Dai Nasional Hapal Quran

Tiga Persoalan Umat

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah SWT. Rabb pemilik, pencipta dan penguasa alam raya dan seisinya. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada uswah hasanah kita Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang terus berusaha untuk istiqomah di jalanNya hingga akhir zaman kelak.

Memberikan kontribusi untuk kemaslahatan umat di manapun kita berada sudah merupakan anjuran atau bahkan perintah dari ajaran Islam yang sempurna ini. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan bahwa bukan merupakan bagian dari umat Islam bagi orang-orang yang tidak pernah peduli pada persoalan yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri.

Sekecil apapun kontribusi kita untuk turut serta meringankan bahkan mungkin menyelesaikan persoalan umat Islam khususnya, selama itu dilandasi oleh niat ikhlas semata-mata karena mencari ridho Allah SWT, maka Insya Allah di sisi Allah SWT akan sangat berarti dan kita tidak dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak peduli terhadap sesamanya, sehinnga kita masih menjadi bagian dari umat Islam.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya setiap diri umat Islam senantiasa bisa memperhatikan kondisi dan perseoalan di tubuh umat Islam dan tidak hanya memikirkan persoalan yang ada pada diri sendiri saja, sehingga dengan kebersamaan yang dilandasi oleh keimanan dan ukhuwah yang erat, Insya Allah tidak ada persoalan di dunia ini yang tidak akan terpecahkan sebesar apapun. Sebagaimana kata pepatah, “ringan sama dijinjing berat sama dipikul”.

Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan segala niat baik kita semua dan mencatatnya sebagai bagian dari amal sholeh yang kelak akan memberatkan timbangan amal sholeh di akhirat kelak. Amin.

Dan katakanlah, “bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga RasulNya dan orang-orang Mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lallu diberitakannya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. 9 : 105)

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa persoalan yang banyak dihadapi umat Islam khususnya adalah :

1. Masih rendahnya kualitas pendidikan,
akibat tidak adanya biaya untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dan berkualitas, sementara semakin kesini biaya pendidikan yang berkualitas justru semakin mahal. Sehingga saudara-saudara kita sesama muslim yang dhuafa memilih tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi karena tidak mampu membayarnya, akibatnya umat Islam tidak bisa bersaing dalam segala hal baik di dunia pekerjaan, bisnis dll dengan umat lain yang lebih tinggi jenjang pendidikannya. Bahkan amanat undang-undang untuk memberikan porsi yang cukup sebesar 20 % bagi pendidikan saat ini belum menjadi solusi yang ampuh untuk menuntaskan rendahnya masalah pendidikan berkualitas.

2. Biaya kesehatan yang semakin mahal.
Setiap manusia siapapun ia pasti memerlukan kesehatan yang prima karena dengan modal kesehatan tersebut segala aktivitas dapat dilakukan dengan baik. Namun apa mau dikata, jika saat ini biaya kesehatan semakin mahal dan semakin tidak terjangkau bagi sebagian saudara-saudara kita yang dhuafa, sehingga ketika ada saudara kita yang dhuafa mengalami sakit yang memerlukan rujukan ke dokter specailis misalnya, maka mereka tidak sanggup lagi untuk melakukannya. Sehingga pilihannya adalah mendiamkan rasa sakit tersebut sampai akhirnya ajal menjemputnya.

3. Income perkapita yang sangat rendah
Income perkapita yang sangat rendah berdampak kepada kesehatan secara ekonomi atau dengan kata lain termasuk keluarga miskin. Bahkan jika kita merujuk pada data BPS akhir tahun 2007 misalnya, warga negara Indonesia yang penghasilannya Rp. 15.000 ke bawah per hari atau penghasilan maks perbulan hanya sebesar Rp. 450.000,- ada 64,5 % atau kurang lebih 143,5 juta jiwa.

Bisa kita bayangkan jika di zaman yang serba mahal ini hanya memiliki penghasilan Rp. 450.000,- per bulan mungkin untuk makan saja tidak cukup apalagi pemenuhan pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang prima. Apalagi yang sudah memliki tanggungan keluarga dlsb.

Tiga persoalan umat di atas seperti sudah menjadi lingkaran “setan” yang saling terkait dan saling mempengaruhi antara satu persoalan dengan persoalan lainnya.

Berlatar belakang persoalan di atas tersebutlah, kami mencoba berusaha memberikan kontribusi dengan segala kemampuan dan kekuatan yang ada pada kami, dengan segala keterbatasan sebagai manusia, akhirnya terbentuklah lembaga yang bertujuan memberikan maslahat umat sebanyak-banyaknya, dan kegiatan tersebut kami beri nama Dai Nasional Hapal Quran atau kami singkat menjadi DNHQ.

Leave a Reply