Dai Nasional Hapal Quran

Ishaq: Niatkan Berdakwah Karena Allah, Maka InSyaaAllah Antum Akan Kuat dan Bisa Bertahan Dalam Berdakwah.

Sejak keberangkatanku dua bulan yang lalu aku merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena jadwal keberangkatanku yang tertunda hampir membuatku putus semangat. Namun mendengar kabar teman – temanku yang sudah berangkat mengabdikan diri kepada masyarakat membuat semangatku tetap membara.

Selasa dini hari aku berangakat bersama dua orang temanku yang akan mengabdikan dirinya kepada masyarakat di NTT. Dari Soekarno Hatta aku menuju bandara kota padang. Perjalanan ke lokasi dilanjutkan menggunakan kapal Gombolo, aku menyebrang dari pelabuhan kota padang untuk sampai ke kepulauan Mentawai.

Kesan yang sangat luar biasa aku dapatkan dalam perjalananku menggunakan kapal Gombolo. Satu kejadian yang membuatku kagum dengan pengalaman pertamaku menuju kepulauan mentawai ini. Ketika masuk waktu sholat aku di kejutkan dengan kapten kapal dan crew yang bertugas di kapal itu. Mereka berkeliling ke seluruh penjuru kapal dan mengingatkan kepada seluruh penumpang bahwa waktu sholat telah tiba. Dengan seketika aku dan penumpang yang lain bergegas menyiapkan peralatan untuk sholat bejamaah dengan sang kapten.

Namun yang membuatku merasa kagum kepada sang kapten adalah setelah selesai sholat dengan gagah dan santun sang kapten menyampaikan kepada kami sebuah hadits Nabi SAW. Sungguh kejadian yang sangat jarang aku temui dalam sebuah perjalanan. Kesan pertama yang sangat indah aku dapatkan dalam perjalananku menuju kepulauan mentawai ini.

Kini sudah dua bulan aku mengabdikan diriku kepada masyarakat kepulauan mentawai. Banyak kesan dan pengalaman yang aku dapatkan selama pengabdianku. Nasehat – nasehat dari tokoh masyarakat dan tokoh – tokoh agama yang sudah mengabdikan dirinya lebih dulu di kepulauan mentawai ini banyak aku dapatkan. Salah satu nasehat yang sampai saat ini masih mengikat dalam ingatanku, membuatku kuat dan tegar menghadapi setiap tantangan yang hadir dalam perjalanan dakwah ini adalah nasehat yang aku dapatkan dari ustadz Agus.

Ustadz Agus merupakan seorang dai yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyarakat di kepulauan mentawai ini sejak 4 tahun lalu. Pertama kali aku berjumpa dengan ustadz Agus saat kami bersama – sama menunaikan sholat isya dalam satu jamaah. Beliau menyapaku karena mungkin beliau marasa asing dengan wajahku di kepulauan mentawai yang terbilang baru.

Sejenak kami mengobrol bertukar informasi usai mengerjakan shalat isya berjamaah. Pertanyaan demi pertanyaan aku sampaikan kepada beliau seputar keadaan kepulauan Mentawai. Dari setiap jawaban beliau membuatku heran dan yakin bahwa beliau bukan orang baru di kepualauan Mentawai ini.

Beliau memang bukan orang mentawai asli. Beliau merupakan seorang dai utusan lembaga Dewan Dakwah pada tahun 2016. Mendengar jawaban beliau ini membuatku heran dan terkejut. Aku memberanikan diriku untuk bertanya apa sebenarnya yang membuat beliau bertahan hingga selama ini dalam perjalanan dakwah beliau di kepulauan mentawai. Karena secara logika, untuk bertahan begitu lama di kepulauan mentawai ini sangat sulit dan berat. Keadaan ekonomi dan tantangan dalam dakwah yang beragam mungkin akan dengan mudah membuat semangat dakwah itu sendiri luntur bahkan hilang.

Namun jawaban beliau membuatku merasa malu sekaligus kagum. Dengan tenang dan penuh keyakinan beliau mengatakan kepadaku “ Jika antum niatkan berdakwah lakukan semuanya karena Allah, maka insyaallah antum akan kuat dan bisa bertahan disini. Tapi jika antum niatkan untuk cari ekonomi disini, saya yakin antum gak akan kuat berdakwah disini.” Nasehat itu terdengar sederhana namun memiliki arti dan power luar biasa yang aku rasakan dalam mengemban amanah yang sangat mulia ini. Nasehat beliau benar aku rasakan saat tantangan – tantangan dalam dakwah mulai menyurutkan semangatku. Namun nasehat itu dengan setia mengingatkanku dan memberikan power dalam hatiku untuk tetap kuat dan istiqomah menjaga semangat dalam mengabdikan diriku kepada masyarakat di kepulauan mentawai ini.

Leave a Reply