Dai Nasional Hapal Quran

Berdakwah di Papua

Berdakwah di Papua, “Disitu kadang saya merasa sedih”

Papua merupakan salah satu tujuan dakwah Dai Nuaimy. Pulau berpenduduk sekitar 40% muslim itu memiliki tantangan tersendiri dalam dakwah. Berdakwah di negeri minoritas muslim tentu sangat berbeda dengan negeri mayoritas muslim seperti Pulau Jawa dan lainnya.

Hal itu yang dirasakan Andi Kurniawan, salah satu mahasiswa Nuaimy yang dikirim kesana. Ketika ditanya bagaimana berdakwah di Papua, dia menjawab: “Disitu kadang saya merasa sedih.”

Kesedihan yang dia rasakan adalah, Papua tempat dakwah yang sesungguhnya, namun masih terlalu sedikit dai yang berdakwah disana. Hanya sedikit orang yang merasakan tantangannya. Banyak orang yang ingin belajar agama, tetapi kurang SDM dai untuk mengajarinya.

Dia mengungkapkan, Hal yang sangat menantang adalah ketika berdakwah di daerah pedalaman. Bahkan dia harus menyiapkan beberapa rupiah di sakunya untuk jaga-jaga jika ada orang begal di jalan. Terkadang ada saja orang yang minta sekedar uang rokok atau untuk ‘minum’.

“Saya beri saja untuk lebih amannya.” Ungkapnya saat ditanya bagaimana menyikapinya. “Tapi tergantung sikap kita juga. Jika kita menyapa mereka dengan ramah, mereka pun tidak akan berbuat jahat kepada kita.” Lanjutnya.

“Namun guru merupakan profesi yang sangat dihormati disana.” Ujar pria asal Palembang itu. Orang-orang papua akan menjaga sikap dengan orang yang pernah mengajarinya.

Antusiasme masyarakat muslim disana sangat tinggi dalam belajar islam. Selain mengajar di sekolah-sekolah islam, dia juga berperan aktif dalam mengisi kegiatan di masjid dan di masyarakat. Diantara peserta didiknya itu adalah muslim pendatang, penduduk asli yang muslim dan juga mualaf.

Dia juga mengatakan, persebaran dai ke papua jangan kalah dengan persebaran misionaris. Jika hal itu terjadi, maka keadaan muslim disana akan semakin memprihatinkan.

Leave a Reply